Jumat, 03 Januari 2014

Tulisan 6

Sejarah Dan Perkembangan Pasar Modal
Pasar Modal pada hakekatnya adalah pasar yang tidak berbeda jauh dengan pasar tradisional yang selama ini kita kenal, dimana ada pedagang, pembeli, dan juga tawar menawar harga. Pasar modal dapat juga diartikan sebagai sebuah wahana yang mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang menyediakan dana sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.
Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal telah menggariskan bahwa Pasar Modal mempunyai posisi yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Pertumbuhan suatu Pasar Modal sangat tergantung pada dari kinerja perusahaan efek. Untuk mengkoordinasikan modal, dukungan teknis, dan sumber daya manusia dalam pengembangan Pasar Modal diperlukan suatu kepemimpinan yang efektif. Perusahaan-perusahaan harus menjalin kerjasama yang erat untuk menciptakan pasar yang mampu menyediakan berbagai jenis produk dan alternatif investasi bagi masyarakat.
Untuk mengenmbangkan prasarana industri Efek diperlukan investasi yang besar. Investasi tersebut tergantung pada keuntungan ekonomis yang dapat diperoleh para usahawan. Faktor-faktor yang dapat mengurangi jumlah investasi yang dapat diperlukan untuk membangun prasarana dan mengurangi biaya operasi perusahaan efek, akan mendorong perkembangan Pasar Modal melalui peningkatan kelangsungan hidup Perusahaan Efek. Perkembangan dimaksud dapat dicapai apabila faktor-faktor tersebut juga mampu menghasilkan layanan dan alternatif investasi yang aman dan berkualitas tinggi terutama dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada para investor sehingga perkembangannya nanti akan sangat mempengaruhi minat dari para calon investor baru yang ingin coba-coba berinvestasi di Pasar Modal.
Dalam sejarah Pasar Modal Indonesia, kegiatan jual beli saham dan obligasi dimulai pada abad 19. Menurut buku Effectengids yang dikeluarkan oleh Verreniging voor den Effectenhandel pada tahun 1939, jual beli efek telah berlangsung sejak 1880.
Pada tanggal 14 Oktober 1912, Amaserdamse Effectenbueurs mendirikan cabang bursa efek di Batavia. Di tingkat Asia, bursa Batavia tersebut merupakan yang tertua keempat setelah Bombay, Hongkong dan Tokyo.
Zaman Penjajahan
Sekitar awal abad ke-19 pemerintah kolonial Belanda mulai membangun perkebunan secara besar-besaran di Indonesia. Sebagai salahsatu sumber dana adalah dari para penabung yang telah dikerahkan sebaik-baiknya. Para penabung tersebut terdiri dari orang-orang Belanda dan Eropa lainnya yang penghasilannya sangat jauh lebih tinggi dari penghasilan penduduk pribumi.
Atas dasar itulah, maka pemerintahan kolonial waktu itu mendirikan Pasar Modal. Setelah mengadakan persiapan, maka akhirnya berdiri secara resmi Pasar Modal di Indonesia yang terletak di batavia (Jakarta) pada tanggal 14 Desember 1912 dan bernama Verreniging voor den Effectenhandel (Bursa Efek), dan langsung memulai perdagangan.
Pada saat awal terdapat terdapat 13 anggota bursa yang aktif (makelar) yaitu: Fa. Duniop & Kolf; Fa Gijselman & Steup; Fa. Monod & Co.; Fa. Adree Witansi & Co; Fa. A.W. Deeleman; Fa. H. Jul Joostensz; Fa. Jeannette Walen; Fa.Wiekert & V.D Linden; Fa. Walbrink & Co; Fa. Vermeys & Co; Fa. Cruyff dan Fa. Gebroeders.
Sedangkan Efek yang diperjualbelikan adalah saham dan obligasi perusahaan/perkebunan Belanda yang beroperasi di Indonesia, obligasi yang diterbitkan pemerintah (propinsi dan kotapraja), sertifikat saham perusahaan-perusahaan Amerika yang diterbitkan oleh kantor administrasi di negeri Belanda serta efek perusahaan Belanda lainnya. Perkembangan Pasar Modal di Batavia tersebut begitu pesat sehingga menarij masyarakat kota lainnya. Untuk menampung minat tersebut, pada tanggal 11 Januari 1925 di kota Surabaya dan 1 Agustus 1925 di Semarang resmi didirikan bursa.
Anggota bursa di Surabaya waktu itu adalah: Fa. Duniop & Kolf; Fa Gijselman & Steup; Fa. Van Velsen; Fa. Beaukkerk & Co. Dan N. Koster. Sedangkan anggota bursa di Semarang waktu itu adalah: Fa. Dunlop & Koff; Fa Gijselman & Steup; Fa. Monod & Co; Fa. Companien & Co; serta Fa. P.H. Soeters & Co.
Perkembangan Pasar Modal waktu itu cukup menggembirakan yang terlihat dari nilai efek yang tercatat mencapai NIF 1,4 milyar (jika di Indeks dengan harga beras yang disubsidi pada tahun 1982, nilainya adalah ± Rp. 7 Trilyun) yang berasal dari 250 macam efek.
 
 Analisis : Untuk mengenmbangkan prasarana industri Efek diperlukan investasi yang besar. Investasi tersebut tergantung pada keuntungan ekonomis yang dapat diperoleh para usahawan. Faktor-faktor yang dapat mengurangi jumlah investasi yang dapat diperlukan untuk membangun prasarana dan mengurangi biaya operasi perusahaan efek, akan mendorong perkembangan Pasar Modal melalui peningkatan kelangsungan hidup Perusahaan Efek. Perkembangan dimaksud dapat dicapai apabila faktor-faktor tersebut juga mampu menghasilkan layanan dan alternatif investasi yang aman dan berkualitas tinggi terutama dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada para investor sehingga perkembangannya nanti akan sangat mempengaruhi minat dari para calon investor baru yang ingin coba-coba berinvestasi di Pasar Modal.

Tulisan 5

Selama 2013 Pemenuhan Kekurangan Daging Andalkan Impor

Oleh Cipto - Rubrik Ekonomi Bisnis
30 Desember 2013 18:01:00 WIB
Kementerian Pertanian mengakui pemenuhan kekurangan pasokan daging sapi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri selama 2013 dilakukan melalui impor walaupun sudah ada peningkatan produksi daging.
Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, Senin (30/12/2013) menyatakan produksi daging sapi pada 2013 mencapai 430.000 ton atau naik dibandingkan 2012 yang sebesar 420.000 ton.
Namun, tambah Suswono ketika memaparkan Pangan dan Pertanian Indonesia: Refleksi 2013 dan Prospek 2014, kebutuhan daging sapi selama 2013 mencapai 549.700 ton.
"Memang masih ada defisit ketersediaan daging sapi sepanjang tahun 2013, karena kebutuhan melebihi dari produksi dari dalam negeri," katanya.

Dengan defisitnya ketersediaan daging sapi tersebut menyebabkan tingginya harga daging sapi. Oleh karena itu, menurut Suswono, untuk mengatasi hal itu pemerintah mengambil langkah membuka pintu impor daging sapi berupa sapi hidup maupun daging beku.

"Tapi sebenarnya ketersediaan sapi di daerah banyak, namun tidak mudah untuk mengangkut sapi antarpulau," katanya.

Meskipun pemerintah telah membuka keran impor daging sapi maupun ternak sapi untuk menambah pasokan dalam negeri, lanjutnya, ternyata harga daging sapi dalam negeri tidak mengalami penurunan secara nyata.

Harga daging sapi di dalam negeri masih tinggi berkisar Rp90.000-Rp 100.000 per kg.

Mentan menyatakan fenomena tersebut menunjukkan bahwa permasalahan mahalnya harga daging sapi bukan hanya akibat produksi yang masih belum mencukup dan suplai, tetapi adanya permasalahan perdagangan.

"Kondisi harga tinggi tersebut juga sulit diakses peternak disebabkan kendala sarana angkutan dan distribusi sapi yang belum memadai," katanya.

Menurut dia, persoalan distribusi dan infrastruktur pendukungnya akan menjadi prioritas program mendatang dan masih memerlukan waktu untuk penyelesaiannya.

Sementara itu Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan menyatakan harga daging sapi sebesar Rp90 ribu per kg merupakan harga yang sangat bersahabat bagi peternak.

Menurut dia, harga tersebut yang membuat peternak bergairah menernak sapi, karena harga daging sapi sedang bagus, kalau sampai turun harganya peternak sapi bisa lesu semangatnya.

"Kepentingan peternak pada harga lebih bergairah jika Rp80-Rp90 ribu per kg, dari pada harga Rp76 ribu per kg," katanya.

Mantan Kepala Badan Pusat Statistik itu menyatakan harga daging yang masih bertahan tersebut tidak akan menganggu inflasi, asalkan tidak terjadi lonjakan yang tinggi terhadap kenaikannya.

"Lagi pula daging sapi itu menu sekunder, beda dengan beras. Yang dijaga pula inflasi daging sapi jangan sampai naik harganya," katanya.

 Analisis : "Kondisi harga tinggi tersebut juga sulit diakses peternak disebabkan kendala sarana angkutan dan distribusi sapi yang belum memadai, persoalan distribusi dan infrastruktur pendukungnya akan menjadi prioritas program mendatang dan masih memerlukan waktu untuk penyelesaiannya. Sementara itu Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan menyatakan harga daging sapi sebesar Rp90 ribu per kg merupakan harga yang sangat bersahabat bagi peternak. Harga tersebut yang membuat peternak bergairah menernak sapi, karena harga daging sapi sedang bagus, kalau sampai turun harganya peternak sapi bisa lesu semangatnya.

Tulisan 4

Akhir Tahun 2013 Ekonomi Global Terus Diliputi Ketidakpastian

Mendekati  penghujung tahun 2013, perekonomian global masih diliputi ketidakpastian. Gejolak terbesar dirasakan oleh Indonesia sejak pertengahan 2013 saat Amerika mengumumkan penghentian program ekspansi moneter atau quantitative easing (QE), yaitu pembelian surat berharga pemerintah senilai 85 miliar dollar AS per bulan yang dilakukan sejak 2008.
Gejolak yang dirasakan Indonesia mulai menurun pascapenutupan pemerintah AS (government shutdown) pada 1-16 Oktober 2013 yang membuat kebijakan QE kembali dilakukan oleh AS. Namun, menurunnya tekanan eksternal bukan berarti membuat Indonesia berada pada posisi aman.
"Pelemahan ekonomi masih terus terjadi, khususnya setelah neraca transaksi berjalan mengalami defisit hingga 4,4 persen PDB pada kuartal kedua 2013, seiring harga komoditas dunia yang meningkat, seperti harga bahan bakar minyak," kata Dekan Fakultas Bisnis Universitas Siswa Bangsa Internasional Prof Dr Adler H Manurung dalam  seminar ‘Economic and Market Outlook 2014’ yang mengangkat tema “Navigating Risks, Maximizing Opportunities in 2014” di Jakarta, Rabu (27/11/2013) malam.

Adler menilai paket kebijakan pada Agustus 2013 yang di antaranya bertujuan mendorong investasi asing langsung (FDI), memperkuat ekspor dan sektor-sektor yang berkontribusi terhadap peningkatan lapangan kerja sangat tepat.
"Termasuk juga langkah  membatasi impor seperti impor bahan bakar minyak, serta mendorong stabilisasi inflasi melalui pembatasan impor berbasis harga untuk beberapa produk seperti daging sapi dan hortikultura," katanya.

Analisis : Paket-paket kebijakan tersebut konsisten dengan prospek pemuliahan ekonomi yang terjadi di negara-negara tujuan ekspor utama dari Indonesia, seperti Jepang, Cina, AS, Singapura, dan Korea Selatan."Pada akhir Oktober 2013, pemerintah kembali mengeluarkan paket kebijakan untuk mempermudah proses ekspor-impor, dan juga untuk mengakses layanan publik

Tulisan 3

Mayoritas pekerja Indonesia lulusan SD, ekonomi terhambat

 
Peneliti Pusat Peneliti Ekonomi (P2E) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Latief Adam menyebut kualitas tenaga kerja Indonesia untuk menunjang pertumbuhan perekonomian masih sangat kurang. Komposisi tenaga kerja Indonesia didominasi oleh pekerja lulusan Sekolah Dasar (SD). Menurut Latief, keadaan seperti ini hanya menjadi beban bagi pemerintah untuk mengejar pertumbuhan. Selaiknya, penduduk adalah penyokong pertumbuhan ekonomi yang menjadi aset bangsa, dengan porsi seimbang antara tenaga kerja dan pemberi kerja.
"Kita lebih tinggi lulusan SD. Banyak penduduk kita beban pembangunan dibandingkan dengan perannya sebagai aset. Dalam ekonomi harusnya penduduk itu ada 3 peran penting sebagai produsen, konsumen, pembayar pajak," ucap Latief dalam seminar LIPI di kantor pusat LIPI, Jakarta, Senin (23/12).
Latief secara tegas mengatakan
"Kita hitung pola konsumsi ada temuan yang sangat mengecewakan konsumsi protein, susu, telur terus turun. Stabil hanya daging karena mungkin ada Idul Adha. Yang diperoleh di pasar seperti telur, susu penurunan signifikan. Konsumsi karbohidrat kita malah mengalami peningkatan," tegasnya.
Latief juga membantah kurangnya konsumsi protein masyarakat karena tingginya bahan pangan. Menurut Latief jika memang harga pangan mahal maka petani seharusnya sudah sejahtera. Saat ini ada yang tidak beres dalam industri pangan Indonesia.
"Pangan tinggi kan seharusnya kesejahteraan petani tinggi. Sekarang nilai tukar petani semakin lama semakin turun. Walau pangan naik mereka belum menikmati kenaikan," tutupnya.

Analisis :  keadaan seperti ini hanya menjadi beban bagi pemerintah untuk mengejar pertumbuhan. Selaiknya, penduduk adalah penyokong pertumbuhan ekonomi yang menjadi aset bangsa, dengan porsi seimbang antara tenaga kerja dan pemberi kerja. rendahnya kualitas tenaga kerja dan hanya menjadi beban pembangunan dibandingkan aset. Dari sisi konsumsi, penduduk Indonesia banyak yang hanya mengonsumsi karbohidrat dibandingkan protein. Padahal asupan protein dibutuhkan untuk pencernaan otak yang lebih maksimal.

Tulisan 2

Harga minyak global naik tipis

Harga minyak di perdagangan dunia hari ini sedikit menguat, setelah jatuh tajam di hari sebelumnya, karena investor menunggu rilis data kunci persediaan energi Amerika Serikat (AS).

Minyak mentah Brent North Sea untuk Februari naik 46 sen menjadi USD108,25 per barel di London. Sementara kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, bertambah hanya satu persen menjadi USD95,45 per barel.

"Brent berjangka rebound dari kerugian kemarin dan naik lebih tinggi pada Jumat di atas USD108 per barel, meskipun perkiraan peningkatan pasokan minyak mentah di Libya membatasi keuntungan," kata analis Sucden, Myrto Sokou, seperti dilansir dari AFP, Jumat (3/1/2014).

"Data PMI China cukup mengecewakan, termasuk manufaktur dan jasa yang baru-baru ini mendominasi pasar, menambah tekanan terhadap harga komoditas di tengah kekhawatiran baru kemungkinan perlambatan ekonomi China," ungkapnya.

China adalah konsumen minyak terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Namun, menurut Sokou, hari ini fokus utama akan beralih ke rilis mingguan persediaan minyak AS yang bisa memberikan pandangan yang lebih baik.

Administrasi Informasi Energi (EIA) biasanya melaporkan persediaan minyak setiap Rabu, namun ditunda karena liburan Tahun Baru. Menurut analis yang disurvei Dow Jones Newswires, perkiraan rata-rata pasokan minyak mentah AS turun 2,2 juta barel untuk pekan lalu, penurunan kelima berturut-turut setelah 10 pekan reli naik.

Minyak mentah berjangka telah jatuh pada Kamis, dengan WTI kehilangan USD2,98 dan Brent susut USD3,02, menyusul berita bahwa ladang utama Libya kembali akan produksi akhir pekan ini.

"Harga Brent turun lebih dari USD3 per barel kemarin, karena kekhawatiran pasokan di Libya dan perkiraan bahwa stok akan meningkat tajam," ujar analis Inenco, Lucy Sidebotham.

"Pemerintah Libya sedang mempersiapkan untuk membuka kembali salah satu ladang minyak yang lebih besar di El Sharara dalam beberapa hari ke depan, setelah pengunjuk rasa setuju menghentikan serangan yang telah memangkas produksi ladang selama tiga bulan," tambahnya.

Juru bicara National Oil Corporation (NOC) Libya mengatakan, sebanyak 330.000 barel per hari di lapangan El Sharara diperkirakan akan melanjutkan output normal dalam dua atau tiga hari, setelah demonstran yang memblokir produksi keluar.

Produksi minyak di Libya telah jatuh ke sekitar 250.000 barel per hari, dari hampir 1,5 juta dalam menghadapi tuntutan demonstran bersenjata untuk otonomi daerah dan suara yang lebih besar terhadap distribusi pendapatan minyak.

Di sisi lain, minyak terguncang ledakan besar yang menghantam pipa menuju pelabuhan Turki, Ceyhan di provinsi Salaheddin sebelah utara Baghdad. Menurut pejabat setempat, api telah padam dan perbaikan telah dimulai.

Irak sangat bergantung pada ekspor minyak dan pemerintah berusaha mendongkrak penjualan di tahun-tahun mendatang untuk mendanai rekonstruksi infrastruktur yang hancur.

 Analisis : Harga minyak di perdagangan Asia hari ini bervariasi, setelah terjadi penurunan tajam di Amerika Serikat (AS), karena investor menunggu rilis data stok sambil mengawasi gangguan pasokan di Irak. Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, turun dua sen menjadi USD95,42 per barel pada perdagangan pertengahan pagi. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Februari naik 25 sen menjadi USD108,03 per barel. WTI jatuh USD2,98 di perdagangan New York, Kamis (2/1/2013) waktu setempat, dan Brent turun USD3,02, menyusul berita bahwa ladang minyak utama Libya bisa kembali berproduksi akhir pekan ini.

Tulisan 1

Jumlah penduduk miskin di Sulbar meningkat

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat (Sulbar), Setianto menyebutkan, jumlah penduduk miskin di Sulbar secara umum meningkat. Pada September 2013 sebesar 154,2 ribu jiwa atau bertambah 190 jiwa dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin Maret 2013 yang berjumlah 154,01 ribu jiwa.

Akan tetapi, angka itu secara relatif mengalami penurunan sebesar 0,07 persen poin. Yaitu dari 12,30 persen pada Maret 2013 menjadi 12,23 persen pada September 2013.

Menurut kategori wilayah, selama Maret-September 2013 jumlah dan persentase penduduk miskin di daerah perkotaan mengalami penurunan sebesar 2,5 ribu jiwa atau sebesar 0,61 persen. Berbeda halnya dengan daerah perdesaan yang mengalami peningkatan sebesar 2,7 ribu jiwa atau 0,04 persen.

"Penurunan jumlah penduduk miskin selama Maret-September 2013 diduga disebabkan oleh banyak faktor. Yakni indeks upah buruh tani meningkat selama periode Maret-September 2013 sebesar 0,40. Peningkatan ini tergambar dari Angka Indeks Upah Buruh Tani Maret 2013 sebesar 114,74 dan September 2013 menjadi 115,20," ulasnya, Jumat (3/1/2014).

Penyebab lainnya adalah, selama periode Maret-September 2013 inflasi umum pada kisaran 1 digit, yaitu sebesar 3,86 persen. Dan indikasi peningkatan pendapatan rumah tangga yang dianalogkan dengan peningkatan pengeluaran rumahtangga. Hal ini ditunjukan dengan pengeluaran konsumsi rumah tangga Triwulan III-2013 tumbuh sebesar 3,64 persen terhadap Triwulan I-2013.

Pada September 2013, penurunan persentase penduduk miskin tidak diikuti dengan penurunan jumlah penduduk miskinnya. Menurut Setianto, fenomena ini diduga disebabkan terjadinya pertumbuhan penduduk di daerah perdesaan sebagai dampak kelahiran di Kabupaten Majene, Mamasa dan Mamuju.

Berdasarkan angka sementara Susenas menunjukkan dari 10.000 penduduk yang diamati di perdesaan terdapat 88 jiwa di antaranya penduduk yang baru dilahirkan.

"Dimensi kemiskinan tidak cukup berhenti pada berapa jumlah dan persentase penduduk miskin saja. Akan tetapi, pembahasan mengenai tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan perlu dilakukan, agar dimensi kemiskinan secara holistik dapat diketahui," katanya.

Strategi penanggulangan kemiskinan juga tidak lepas dari pengurangan penduduk miskin dan juga cara memperkecil kedalaman dan keparahan kemiskinan yang terjadi di suatu wilayah. Seiring dengan penurunan persentase penduduk miskin pada September 2013, tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan pun mengalami penurunan.

Dituturkannya, Indeks Kedalaman Kemiskinan menurun dari 1,89 pada Maret 2013 menjadi 1,30 pada September 2013. Demikian pula Indeks Keparahan Kemiskinan menurun dari 0,52 menjadi 0,27 pada periode yang sama.

Penurunan nilai kedua angka indeks tersebut mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati Garis Kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin itu sendiri juga semakin menurun.

Analisis :  Penyebab lainnya adalah, selama periode Maret-September 2013 inflasi umum pada kisaran 1 digit, yaitu sebesar 3,86 persen. Dan indikasi peningkatan pendapatan rumah tangga yang dianalogkan dengan peningkatan pengeluaran rumahtangga. Hal ini ditunjukan dengan pengeluaran konsumsi rumah tangga Triwulan III-2013 tumbuh sebesar 3,64 persen terhadap Triwulan I-2013. Strategi penanggulangan kemiskinan juga tidak lepas dari pengurangan penduduk miskin dan juga cara memperkecil kedalaman dan keparahan kemiskinan yang terjadi di suatu wilayah. Seiring dengan penurunan persentase penduduk miskin pada September 2013, tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan pun mengalami penurunan.

BAHASA INDONESIA 2 - TUGAS 5



CONTOH PARAGRAF GENEERALISASI ,ANALOGI, DAN KAUSALITAS (SEBAB-AKIBAT)

1.Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili
Contoh :
  1. Bensin merupakan jenis bahan bakar apabilaterkena api akan mudah terbakar. Demikian jugaminyak tanah, termasuk bahan bakar yang mudahterbakar. Solar pun demikian pula halnya, bilaterkena api akan mudah terbakar. Berdasarkan pernyataan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwasemua jenis bahan bakar apabila terkena api.
  2. Dua anak kecil ditemukan tewas di pinggir Jalan Jendral Sudirman. Seminggu kemudian, seorang anak wanita hilang ketika pulang dari sekolah. Sehari kemudian, polisi menemukan bercak-bercak darah dikursi belakang mobil Anwar. Polisi juga menemukan potret dua orang anak yang tewas di Jalan Jenderal Sudirman dalam kantung celana Anwar. Dengan demikian, Anwar adalah orang yang dapat dimintai pertanggung jawaban tentang hilangnya tiga anak itu.
2.Analogi adalah penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, Anda dapat menarik kesimpulan.
Contoh :
  1. Para atlet memiliki latihan fisik yang keras guna membentuk otot-otot yang kuat dan lentur. Demikian juga dengan tentara, mereka memerlukan fisik yang kuat untuk melindungi masyarakat. Keduanya juga membutuhkan mental yang teguh untuk bertanding ataupun melawan musuh-musuh di lapangan. Oleh karena itu, untuk menjadi atlet dan tentara harus memiliki fisik dan mental yang kuat.
  2. Seseorang yang menuntut ilmu sama halnya denganmendaki gunung. Sewaktu mendaki, ada sajarintangan seperti jalan yang licin yang membuatseseorang jatuh. Ada pula semak belukar yang sukardilalui. Dapatkah seseorang melaluinya ? Begitu pulabila menuntut ilmu, seseorang akan mengalamirintangan seperti kesulitan ekonomi, kesulitanmemahami pelajaran, dan sebagainya. Apakah Diasanggup melaluinya ? Jadi, menuntut ilmu sama halnyadengan mendaki gunung yaitu banyak rintangan untukmencapai puncaknya..
3.Paragraf hubungan sebab akibat (hubungan kausal) adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat.
Contoh : 1.Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.
2, Hujan berturut-turut mengguyur desa kami.Air sungai berangsur-angsur naik. Jalan danhalaman rumah pun mulai digenangi air.Akhirnya, banjir pun melanda desa kami