Rabu, 08 Januari 2014

tulisan 13

Berkat BPJS, Laba Kimia Farma Tambah Rp50 Miliar

JAKARTA - PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) menyatakan mendapatkan nilai tambah sekira Rp50 miliar per tahun. Tambahan tersebut didapat lantaran dengan adanya Badan Penyelenggara Jaminan Nasional (BPJS). Pasalnya, sejak 1 Januari 2014, BPJS telah beroperasi secara resmi.

Direktur Utama PT Kimia Farma Rusdi Rosman mengatakan, dengan telah diterapkannya BPJS di Indonesia, mampu memberikan nilai tambah bagi bisnis Kimia Farma itu sendiri.

Adapun, dengan adanya BPJS ini, kata Rusdi, Kimia Farma akan memasukkan karyawan ke BPJS itu sendiri sebagai langkah yang lebih efisien untuk penghematan dana perusahaannya.

"Jadi ini nilai tambah buat kita, Rp50 miliar per tahun," jelasnya.

Tidak hanya itu, keuntungannya yang didapat Kimia Farma dengan adanya BPJS ini memudahkan Kimia Farma untuk mengembangkan klinik. Dirinya mengaku akan menambah sekitar 1.000 klinik di Indonesia untuk jangka panjangnya, lantaran Indonesia membutuhkan 50.000 klinik pasca adanya BPJS

Analisis :  Dengan diterapkan BPJS ada tiga nilai tambah Kimia Farma, ada potensi kenaikan laba dan omzet. Nilai tambah pertama yang didapat oleh Kimia Farma dengan adanya BPJS, yakni akan lebih berkonsentrasi bisnis obat generik lantaran BPJS tersebut lebih menggunakan obat generik. Lalu, lanjut Rusdi, 200 jaringan klinik Kimia Farma yakni PPK1 akan lebih terjamin pengoperasiannya.

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/01/09/278/923847/berkat-bpjs-laba-kimia-farma-tambah-rp50-miliar

tulisan 12

Dahlan: BUMN Siap Kelola Lahan Asian Agri

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku siap untuk mengelola lahan dan aset Asian Agri jika memang ada penunjukan langsung dari Kejaksaan Agung (Kejagung). Pasalnya, saat ini Dahlan diminta hadir oleh Kejagung dalam konferensi Asian Agri.  
Dahlan mengaku, diundangnya dirinya oleh Kejagung lantaran untuk menjalin kerjasama untuk mengelola 165 ribu hektar lahan milik Asian Agri dan belasan asetnya juga.
 
"Jangan sampai terlantar, BUMN diminta kerja sama untuk kerja sama, agar karyawan dan BUMN tetap kerja," kata Dahlan di Jakarta, Kamis (9/1/2013).
 
Lahan dari 165 ribu hektare (ha), terdiri di Provinsi Sumatera Utara dengan kuas 37,8 ribu ha, lalu Jambi dengan luas 31,4 ribu ha, dan juga Riau 98,2 ribu ha. Dengan begitu, Dahlan mengaku bahwa perkebunan kelapa sawit dan perkebunan plasma harus tetap bekerja seperti biasanya.
 
"BUMN punya PTPN di wilayah itu untuk kelola perusahaan itu tanpa ubah apa pun kecuali jaga dan tingkatkan perusahaan itu. Syukur-syukur Asian Agri bayar tunai (tunggakan pajak). Ini seandainya saja kalau Asian Agri enggak bayar," tambahnya.
 
Mantan Dirut PLN ini mengaku sangat siap menjalankan penugasan jika memang benar mendapat mandat untuk mengelola lahan-lahan sitaan milik Asian Agri. Dirinya pun, tidak akan mengubah atau merusak barang sitaan tersebut jikalau benar ditunjuk untuk mengelolanya.
 
"BUMN siap jalankan penugasan, Kami enggak campuri sama sekali, tapi emang kalau jadi dilakukan, terobosan baru yang dilaksanakan hukum, barang sitaan enggak akan rusak, dan merosot, tapi terjaga dengan baru," pungkasnya.


Analisis : Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku siap untuk mengelola lahan dan aset Asian Agri jika memang ada penunjukan langsung dari Kejaksaan Agung (Kejagung). Pasalnya, saat ini Dahlan diminta hadir oleh Kejagung dalam konferensi Asian Agri. Jangan sampai terlantar, BUMN diminta kerja sama untuk kerja sama, agar karyawan dan BUMN tetap kerja

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/01/09/320/923896/dahlan-bumn-siap-kelola-lahan-asian-agri 

tulisan 11

Rupiah Masih Tertekan Penguatan Dolar AS


JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini dibuka melemah. Hal tersebut karena dolar masih belum menghentikan aksi penguatannya.

Melansir Bloomberg Dollar Index, pada perdagangan non-delivery forward (NDF) pagi ini, Rupiah melemah 8 poin atau 0,07 persen, terdesak di level Rp12.243 per USD.

Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta, mengungkapkan dolar index masih belum menghentikan aksi penguatan.

"Sesaat lalu menyentuh level tertingginya semenjak tengah November 2013," ujar Rangga, Jumat (9/1/2014).

Selain itu, lanjutnya, yield AS Treasury juga kembali merangkak naik 5,03 bps, walaupun masih bertahan di bawah level 3 persen.

"Pasar diperkirakan kembali tertekan pada hari ini lebih dikarenakan pesimisme di pasar global. Akan tetapi sepertinya para pelaku pasar akan menunggu hasil BI rate siang ini," ujar Rangga.

Rangga mengatakan, pasar berharap BI rate bertahan di 7.5 persen tetapi melihat tekanan naik pada yield bukan tidak mungkin kenaikan dilakukan kembali.(rez) (wdi

Analisis :  dolar index masih belum menghentikan aksi penguatan. Sesaat lalu menyentuh level tertingginya semenjak tengah November 2013. Selain itu, lanjutnya, yield AS Treasury juga kembali merangkak naik 5,03 bps, walaupun masih bertahan di bawah level 3 persen.
"Pasar diperkirakan kembali tertekan pada hari ini lebih dikarenakan pesimisme di pasar global. Akan tetapi sepertinya para pelaku pasar akan menunggu hasil BI rate siang ini

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/01/09/278/923811/rupiah-masih-tertekan-penguatan-dolar-as

tulisan 10







Tahun 2013, Rupiah Mata Uang Paling Jeblok di Asia



JAKARTA, KOMPAS.com - Mata uang Asia tahun ini berada dalam kondisi terburuk sejak krisis keuangan global yang terjadi sejak 2008. Banyaknya investor yang kabur dari negara berkembang membuat nilai tukar mata uang di Asia merosot dalam.
Salah satu penyebab kaburnya investor asing itu adalah, adanya pemangkasan stimulus yang dilakukan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve. Mata uang yang turun paling dalam di Asia adalah rupiah, yang mencatat pelemahan terdalam sejak sejak tahun 2000.
Setelah rupiah, menyusul rupee, mata uang India yang melemah untuk tahun ketiga. Setelah itu pelemahan juga menerpa mata uang bath Thailand, yang tumbang ke level terendah sejak 2010 akibat kekhawatiran current account dan peningkatan risiko politik.
Sementara itu, mata uang yuan China naik ke level tertinggi dalam 20 tahun seiring dengan pada optimisme pemerintah meningkatkan upaya meningkatkan konvertibilitas mata uangnya. Sedangkan mata won Korea Selatan menguat untuk tahun kedua .
"Kami melihat mata uang Asia juga melemah terhadap dolar AS tahun depan, karena faktor fundamental AS yang membaik dan membaiknya data-data ekonominya, " kata Irene Cheung, ahli strategi valuta asing Australia & New Zealand Banking Group Ltd kepada Bloomberg di Singapura.
Menurutnya, sulit bagi Indonesia dan Thailand untuk memperkuat mata uangnya, sebab kedua negara akan menyelenggarakan pemilu di tahun 2014. Rupiah tahun 2013 melemah 21 persen menjadi Rp 12.180 per dollar AS, sedangkan rupee turun 11persen menjadi 61,8363 per dollar AS, sedangkan baht turun 6,8 persen menjadi 32,82 per dollar AS.
Sementara itu, ringgit Malaysia juga turun 6,8 persen menjadi 3,2825 per dollar AS. Sedangkan peso Filipina turun 7,5 persen, penurunan terburuk sejak 2008. (Asnil Bambani Amri)
Analisa
menurut saya pelemahan nilai mata uang rupiah harus segera ditangani pemerintah secara cepat. Tumbuhkan investasi untuk menguat mata uang kita.

sumber :
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/12/31/1423176/Tahun.2013.Rupiah.Mata.Uang.Paling.Jeblok.di.Asia

tulisan 9

Masyarakat Sebenarnya Bisa Dapatkan Gas Rp 36.000 Per 12 Kg

JAKARTA, KOMPAS.com — Rumah tangga di Indonesia sebenarnya memiliki kesempatan untuk mendapatkan pasokan gas murah seiring naiknya harga elpiji 12 kilogram. Gas murah yang dimaksud adalah gas bumi yang keberadaannya cukup berlimpah di Indonesia.

Vice President Corporate Communication PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Ridha Ababil menjelaskan, selama ini, harga gas bumi yang dipasok perseroan kepada pelanggan rumah tangga setara dengan Rp 3.000 per kg atau Rp 36.000 per 12 kg.



Menurutnya, PGN ingin sekali melayani pelanggan rumah tangga sehingga konsumen bisa mendapatkan bahan bakar yang jauh lebih murah. Namun, karena terbatasnya pasokan, PGN tak bisa melayani pelanggan rumah tangga dalam skala yang jauh lebih besar.

Hal ini tentu saja ironis karena sebagian besar gas dari Indonesia justru diekspor ke berbagai negara, terutama Jepang dan China. Sementara di dalam negeri, masyarakat harus mengeluarkan biaya yang jauh lebih mahal untuk membeli elpiji guna memenuhi kebutuhan rumah tangga.


Pemerintah berkali-kali berdalih bahwa konsumen dalam negeri belum siap memanfaatkan gas. Selain itu, infrastruktur dinilai belum memadai.

"Tanpa menyebutkan komitmen, kami sebenarnya siap memenuhi kebutuhan gas masyarakat. Tapi, ya kembali lagi, ada nggak pasokan gasnya?" ujar Ridha, Rabu (8/1/2014).

Sejauh ini, PGN telah memiliki pelanggan rumah tangga sebanyak 90.000 kepala keluarga yang tersebar di Medan, Palembang, Cirebon, Jawa Timur, Jakarta Timur, Bogor, dan Bekasi. Adapun sebagian besar konsumen gas PGN adalah segmen korporasi.

Analisa:
Gas bumi yang cukup melimpah di Indonesia seharusnya dapat diolah dengan baik. Seharusnya masyarakat tidak membeli mahal .PGN sebaiknya harus membuat skala lebih besar lagi melayani seluruh Indonesia.
Sumber:

    

tulisan 8

Orang Miskin Bertambah, Distribusi Anggaran Harus Tepat



JAKARTA - Meningkatnya angka kemiskinan per September 2013 yang mencapai angka 28,55 juta orang, tentu membutuhkan upaya penggulangan yang lebih besar dari pemerintah. Pemanfaatan anggaran secara tepat dan maksimal disebut merupakan salah satu solusi yang bisa dilakukan.

"Yang paling gampang distribusi anggarannya harus benar. Anggaran itu benar-benar dialokasikan untuk keperluan. Jadi jangan namanya bansos tapi nggak bener-bener menyentuh keperluan rakyat miskin," ungkap Wakil Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro ketika ditemui di kantornya, Jakarta,  Jumat (3/1/2014).

Bambang menuturkan, pengendalian pertumbuhan angka kemiskinan tahun lalu memang terasa sulit mengingat adanya gejolak perekonomian global yang tidak bisa diprediksi.

"Ya memang agak susah, karena kan ada masalah global yang kita tidak bisa prediksi sebelumnya. Tapi ya mudah-mudahan bisa diperbaiki, dibandingkan 2013," tuturnya.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik mencatat orang miskin di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 0,48 juta orang dari angka sebelumnya pada Maret 2013 yang mencapai 22,07 juta jiwa.
Analisa:
Pendistribusian anggaran untuk rakyat miskin harus tepat sasaran. Jangan di curi oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sebaiknya menteri yang terkait turun ke lapangan untuk melihat . salah satu umtuk mengurangi kemiskinan pemerintah harus membangun sebuah lapangan kerja dan bentuk sebuah usaha rakyat 

Jumat, 03 Januari 2014

tulisan 7

ELASTISITAS PERMINTAAN
Elastisitas permintaan terhadap harga merupakan suatu ukuran mngenai besarnya tanggapan (respon) terhadap jumlah yang diminta dari suatu komoditas tertentu, karena terjadinya perubahan harga. Elastisitas itu didefenisikan sebagai prosentase perubahan jumlah yang diminta dibagi dengan prosentase perubahan tingkat harga yang menyebabkannya. Perubahan yang dibagi oleh nilai rata-rata. (Sanusi, 2004).
Elastisitas didefenisikan sebagai bilangan positif dan dapat bervariasi dari nol hingga yang tidak terhingga jumlahnya. Sekiranya elastisitas lebih kecil dari satu maka permintaan bersifat inelastis. Ini berarti bahwa prosentase perubahan jumlah yang kecil daripada prosentase perubahan tingkat harga yang menyebabkannya. Sekiranya bilangan inelastisnya lebih dari satu, permintaannya bersifat elastis. Ini berarti perubahan jumlah lebih besar daripada prosentase perubahan tingkat harga yang menyebabkannya.
Umumnya koefisien elastisitas (coefficient of elasticity) dapat didefenisikan sebagai persentase perubahan dalam variabel tidak bebas (dependent variable) dibagi dengan persentase perubahan dalam variabel bebas (independent variable). Jadi elastisitas merupakan derajat kepekaan kuantitas yang diminta atau ditawarkan terhadap suatu faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran (Sahat Simbolon, 2007).
Elastisitas harga permintaan digunakan untuk mengukur besarnya kepekaan jumlah barang yang diminta akibat adanya perubahan harga barang itu sendiri. Untuk menghitung elastisitas tersebut dapat digunakan dua cara yaitu dengan menggunakan elastisitas titik atau dengan menggunakan elastisitas busur. Elastisitas titik, koefisien elastisitasnya dihitung dari satu titik tertentu.
Ada empat macam konsep elastisitas yang umum dipakai dalam teori ekonomi mikro:
1. Elastisitas harga permintaan (Ed), yaitu persentase jumlah barang yang diminta akibat terjadinya perubahan harga barang itu sendiri. 
2. Elastisitas harga penawaran (Es), yaitu persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan akibat terjadinya perubahan harga barang itu sendiri. 
3. Elastisitas silang (Ec), yaitu persentase perubahan jumlah barang yang diminta akibat terjadinya perubahan harga barang lain. 
4. Elastisitas pendapatan (Ey), yaitu persentase perubahan kuantitas barang yang diminta akibat terjadinya perubahan pendapatan.
Mengetahui besarnya angka-angka koefisien elastisitas tersebut sangat penting terutama bagi:
1. Perusahaan. Bagi perusahaan, angka-angka koefisien elastisitas tersebut dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan volume produksi dan penentuan harga barang yang dijual. 
2. Pemerintah. Bagi pemerintah, dengan mengetahui angka-angka koefisien elastisitas tersebut dapat dijadikan sebagai alat untuk meramalkan suatu kebajikan ekonomi tertentu yang akan dilaksanakan.
Hal-hal yang mempengaruhi elastisitas permintaan
Permintaan terhadap berbagai macam barang atau jasa akan berbeda-beda tingkat elastisitasnya. Hal-hal yang dapat mempengaruhi antara lain:
1. Tingkat kemudahan barang yang bersangkutan untuk digantikan oleh barang yang lain
Dalam suatu perekonomian, jika suatu barang tertentu banyak terdapat barang penggantinya maka permintaan terhadap barang tersebut cenderung bersifat elastis, artinya perubahan dalam harga barang tersebut sedikit saja akan menimbulkan perubahan besar terhadap jumlah barang tersebut karena konsumen akan cepat beralih terhadap barang penggantinya. Dan sebaliknya permintaan terhadap barang yang tidak banyak penggantinya akan cenderung bersifat in-elastis.
2. Besarnya proporsi pendapatan yang digunakan
Besarnya bagian darin pendapatan yang digunakan untuk membeli sesuatu barang dapat mempengaruhi elastisitas permintaan terhadap barang tersebut. Semakin besar bagian pendapatan yang diperlukan untuk membeli suatu barang, maka semakin elastis permintaan terhadap barang tersebut.
3. Jangka waktu analisa
Jangka waktu didalam permintaan terhadap suatu barang juga berpengaruh terhadap elastisitas. Makin lama jangka waktu dimana permintaan itu dianalisis, makin elastis sifat permintaan sesuatu barang.
4. Jenis barang
Jenis barang yang dimaksud adalah jenis barang kebutuhan pokok atau barang mewah atau barang normal. Untuk jenis barang mewah, permintaannya cenderung bersifat elastis (perubahan harga sedikit saja akan diikuti oleh perubahan kuantitas yang diminta dalam jumlah yang lebih banyak). Tetapi untuk barang-barang kebutuhan pokok, permintaannya cenderung bersifat inelastis (perubahan harga tidak banyak berpengaruh terhadap jumlah yang diminta).

Analisis :
Dalam kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh suatu masyarakat atau negara menunjukkan bahwa kegiatan permintaan dan penawaran sangat dipengaruhi oleh tinggi rendahnya harga barang yang berlaku. Dengan demikian perubahan harga akan memengaruhi besarnya jumlah barang yang diminta (permintaan) dan jumlah barang yang ditawarkan (penawaran). Seberapa besar pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang dapat dihitung dengan menggunakan rumus elastisitas. Elastisitas permintaan (elasticity of demand) adalah pengaruh perubahan harga terhadap besar kecilnya jumlah barang yang diminta atau tingkat kepekaan perubahan jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang. Sedangkan besar kecilnya perubahan tersebut dinyatakan dalam koefisien elastisitas atau angka elastisitas yang disingkat E, yang dinyatakan dengan rumus berikut ini.