Kamis, 02 Oktober 2014

Tugas bahasa inggris bisnis 2

Financial Statement

The financial statements are a part of the financial reporting process. Complete financial statements usually include: balance sheet, income statement, statement of changes in equity (which can be presented in various ways such as cash flows or funds flow statement), and the notes to the financial statements.
The financial report is recording and summarizing transactions and reporting that can provide information to the user. As we know that information is data that has been processed so that it is useful to take a decision. Appropriate information will be very useful in taking various decisions.
Contents of financial statements consist of:



Balance
Balance inform the financial position at a given time, which is reflected in the number of properties owned, total liabilities, and capital of the company.
According harahap (2007: 107) argues that:
"The report lists the balance sheet or statement of financial position is also called the company. This report describes the position of assets, liabilities, and capital at any given moment. This report was prepared at all times and is hospitalized financial situation at the time. "
In the presentation of the balance sheet can be divided into 3 categories, according to Harahap (2002: 75) that is commonly used form of the balance sheet are as follows:
a. Balance Shape Staffel (Refort Form)
The balance sheet reported a bertikal page. Beside the above listed total assets and liabilities posts are presented below and post capital.
b. Shape Skontro Balance (Account Form)
Here assets presented on the left and liabilities and issued to the right so that the presentation side.
c. Present form of Financial Position (Financial Position Form)
In this form of financial position as reported in the previous form based on the accounting equation. In this form the first listed current assets less current liabilities and working capital reduction is known. Working capital plus fixed assets and other assets then reduced long-term debt, then the owner of the model will be obtained.

Calculations of profit and loss
The income statement is a report on revenues and expenses of a company for a certain period. The income statement is also a main goal to measure the profitability of the company in a given period. The end result of an income statement is the net gain or loss. Then if the company does not divide the dividend, then all the final results into retained earnings. But when a company divides the dividend, then the end result is first reduced by the dividend to obtain the value of retained earnings.


3 Statement of Cash Flows

Cash flow statement informing you of changes in financial position as a result of the operations, expenditures, and investments during the period. According to Harahap (2002: 93) argues that:
"Statement of cash flows is considered by many to provide information about the company's ability to earn profits and liquidity in the future. Statement of cash flows is to provide relevant information about the cash receipts and disbursements of a firm at a given period, by classifying the transaction based on the operating activities, financing and investment. "


4 Statement of Changes in Equity

According to Rival, Veithzal and Idroes (2007: 619) argues that:

"Statements of changes in equity are statements which describe changes in equity account balance as paid in capital, additional paid-in capital, retained earnings and other equity accounts."

The financial statements presented are expected to be feasible, clear, and complete, which reveals the economic realities of the existence and operation of the company. In preparing the financial statements, accounting irregularities are faced with the possibility of danger (bias), misinterpretation and inaccuracy. To minimize this danger, the accounting profession has attempted to develop a theory of the body of this item. Every accounting or enterprise must conform to accounting and reporting practices of any particular company.

Rabu, 08 Januari 2014

tugas 4


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
   Indonesia pada era globalisasi ini, mengalami perubahan yang sangat pesat pada bidang teknologi informasi, karena adanya kebutuhan akan informasi yang sangat penting itulah maka internet yang merupakan gudangnya dari setiap informasi sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat Indonesia pada saat ini. Seperti yang kita ketahui internet merupakan suatu jaringan komputer global yang terbentuk dari jaringan-jaringan komputer lokal dan regional, memungkinkan komunikasi data antar komputer-komputer yang terhubung ke jaringan-jaringan tersebut.
   Pada saat ini internet tidak hanya dibutuhkan oleh para pelajar, mahasiswa ataupun pekerja kantoran saja, tetapi di semua usia dan semua bidang pekerjaan telah menggunakan internet sebagai wadah sarana informasi dan juga internet tidak hanya dibutuhkan untuk mencari informasi, tetapi juga bagi para wirausahawan, internet dijadikan tempat untuk mempromosikan barang ataupun produknya yang mereka jual secara online, karena dengan melalui internet biaya untuk mempromosikan barang ataupun jasa akan lebih mudah dan juga lebih murah.
   Warung internet atau yang biasa disingkat warnet adalah salah satu bentuk usaha yang dikelola oleh kelompok atau individu yang memberikan pelayanan dalam bentuk jasa internet oleh penggunanya. Biasanya pengguna dikenakan biaya perjam atau lebih, sesuai lama penggunaannya. Kebanyakan warnet dibuka di lahan yang dekat dengan tempat pendidikan, seperti sekolah, tempat les, atau kampus. Sehingga, penggunanya pun tidak jauh dari siswa/siswi, mahasiswa, guru, atau dosen yang secara kebetulan atau tidak membutuhkan jasa internet. 
   Tetapi, ketika perkembangan teknologi telah merambah keseluruh penjuru, warnet pun merambah keseluruh pelosok pemukiman, dan tempat-tempat yang sebelumnya tidak diperkirakan dapat dijadikan sebagai lahan untuk membuka usaha warung internet. Oleh karena itu, pengguna warnet menjadi semakin luas, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Hal ini dikarenakan, kebutuhan internet yang semakin naik dari yang tadinya kebutuhan senggang menjadi kebutuhan yang memang harus dipenuhi untuk mendapatkan informasi yang lebih cepat, akurat dan terkini atau teraktual. 
   Mengingat begitu banyak fasilitas dan kegunaan dari internet, maka tidak heran jika begitu banyak masyarakat yang memasang jaringan internet. Dan bahkan masyarakat yang tidak mampu untuk memasang jaringan tersebut dapat menikmati informasi yang didapat dari internet dengan pergi ke warnet. Di warnet kita dapat mencari informasi sambil makan dan minum seperti dirumah. Karena biasanya pihak warnet akan membuat konsumen senyaman mungkin sehingga konsumen akan betah berlama-lama menggunakan fasilitas internet yang disediakan. Bahkan ruangannya ditata unik dan dilengkapi dengan AC. Namun semakin lama makin banyak pula orang-orang yang mulai mendirikan usaha warnet, karena perolehan keuntungan yang bisa didapat dalam jangka waktu yang relatif cepat. 
   Berdasarkan berbagai latar belakang diatas, maka saya sebagai penulis tertarik untuk menyusun Penulisan Ilmiah ini dengan judul " ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN DI WARNET ZIAH-NET ".
1.2 Rumusan dan Batasan Masalah

1.2.1 Rumusan Masalah
   Berdasarkan latar belakang yang telah dibahas sebelumnya, peneliti akan mengangkat permaalahan ini berupa : Bagaimanakah tingkat pelayanan, fasilitas, kenyamanan, dan harga yang diberikan oleh warnet Ziah-Net kepada pelanggannya?
1.2.2 Batasan Masalah
   Aspek penentu tanggapan konsumen pada penelitian ini terbatas pada 4 dimensi kualitas servis yaitu : pelayanan, fasilitas, kenyamanan dan harga dengan periode waktu bulan April-Mei 2013 melalui penyebaran kuesioner pada 100 (seratus) konsumen yang datang ke warnet Ziah-Net yang beralamat di Kp. Markan No. 50 Rt 002 Rw 041 Kel. Bojong Rawa Lumbu Kec. Rawa Lumbu Bekasi.
1.3 Tujuan Penelitian
   Adapun tujuan yang dilakukan dalam penelitian ilmiah ini adalah :
1. Untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen atas pelayanan, fasilitas, kenyamanan dan harga yang diberikan oleh warnet Ziah-Net.
2. Mengidentifikasi dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen pada warnet Ziah-Net.
1.4 Manfaat Penelitian
1. Manfaat Akademis
    Sebagai bahan masukan informasi untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen yang telah mengunjungi warnet Ziah-Net.
2. Manfaat Praktisi
    Dapat menambah wawasan bagi para peneliti berikutnya, khususnya dibidang manajemen terutama dalam masalah analisa kepuasan konsumen menggunakan metode chi-square sebagai salah satu alat analisa untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen.
  Untuk mencapai tujuan dari penulisan ilmiah ini sudah tentu diperlukan suatu cara dalam mengolah data yang diperoleh yaitu dengan menggunakan metode :
a. Observasi dan Survei
   Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam rangka penulisan ilmiah ini penulis mendatangi langsung dan melakukan pengamatan, serta menyebarkan kuesioner yang berisi tentang pertanyaan-pertanyaan kepada masyarakat dan mengajukan berbagai pertanyaan secara tertulis maupun lisan.
b. Metode Sampling dan Metode Analisis
   Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah Non Probability Sampling dan dengan menggunakan metode kuesioner dsebagai metode analisis.
1.5 Metode Penelitian

1.5.1 Objek Penelitian
    Usaha warnet yang menjadi objek penelitian ini terletak didaerah Kp. Markan No. 50 Rt.002 Rw.041 Kel. Bojong Rawa Lumbu Kec. Rawa Lumbu Bekasi. Usaha ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan konsumen mengenai layanan internet.

1.5.2 Data / Variabel
    Penulis menggunakan data-data dari kuesioner yang telah diisi oleh konsumen yang mengunjungi warnet Ziah-Net pada tahun 2013.

1.5.3 Metode Pengumpulan Data / Variabel
    Dalam penulisan ilmiah ini, penulis mengumpulkan dan mengolah data dengan menggunakan metode penyebaran kuesioner kepada 100 (seratus) orang pengunjung.

1.5.4 Hipotesis
Ho : Konsumen merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan oleh warnet Ziah-Net.
Ha : Konsumen merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh warnet Ziah-Net.

1.5.5 Alat Analisis Yang Digunakan

tulisan 20

Awal tahun, pemerintah sudah berutang Rp 10 triliun



Merdeka.com - Hari ini, Selasa (7/1), Kementerian Keuangan rampung melelang lima seri Surat Utang Negara (SUN). Hasilnya, dana yang dihimpun mencapai Rp 10 triliun, sesuai target indikatif yang sudah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014.
Menteri Keuangan Chatib Basri sumringah dengan hasil lelang hari ini. Dia menyatakan, tawaran yang masuk mencapai Rp 29,6 triliun. "Hasilnya cukup bagus, permintaan yang masuk melebihi penawaran tiga kali lipat. Artinya permintaan terhadap surat utang kita masih cukup tinggi," ujarnya di kantornya.
Kelima SUN yang berhasil dilelang bervariasi dalam hal masa jatuh tempo maupun imbal hasilnya. Sebagai contoh, seri SPN03140408 terjual Rp 1 triliun, imbal hasilnya rata-rata 6,2 persen, dengan masa jatuh tempo 8 April 2014.
Ada pula Seri FR0070 yang dimenangkan Rp 4,1 triliun, dengan rerata imbal hasil 9,1 persen, tingkat kupon 8,3 persen, dan waktu jatuh tempo 15 Maret 2024.
Imbal hasil dari kelima seri SUN yang dilelang cukup tinggi, di kisaran 6-10 persen. Chatib beralasan, langkah ini diambil pemerintah menyesuaikan perkembangan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Dia menampik bila tingginya imbal hasil untuk menarik simpati investor asing agar tetap membeli surat utang pemerintah, ketika tappering off berjalan di Negeri Paman Sam. "Yang kita lakukan sekarang adalah akan melihat seberapa besar imbal hasil 10 tahun di Amerika," ungkapnya.
Bila memang nanti imbal hasil yang menyentuh dua digit itu memberatkan keuangan pemerintah, Chatib menjamin siap mengoreksi besaran imbal hasil. Salah satu cara menggantikan peran surat utang dalam pembiayaan adalah memanfaatkan penjualan saham terbatas (private placement).
"Ini baru langkah pertama lelang SUN. Kalau imbal hasil nanti terlalu tinggi, kita punya private placement kan yang tidak harus kita harus ambil lewat lelang di pasar," kata menkeu.
Pelelangan SUN akan dilakukan beberapa kali sepanjang tahun ini. Pemerintah beralasan butuh sumber pembiayaan tambahan, terutama dari utang, untuk menambal kebutuhan APBN 2014.
Berdasarkan rencana Ditjen Pengelolaan Utang, pada semester I 2014, akan diterbitkan kembali global bond, regular bond, lelang SUN reguler, serta private placement. Untuk semester II, Kemenkeu menerbitkan satu sukuk ritel dan satu ORI.
Analisa :
Hutang Indonesia sudah banyak malah menambah lagi, sebaiknya pemerintah harus lebih bijak menggunakan keuangan. Penghematan anggaran di setiap Departemen dan menarik investor dari Negara lain untuk berinvestasi di Indonesia ,kedua ini harus dilaksanakan supaya kita dapat melunasi sedikit demi sedikit utang.
Sumber

tulisan 19

Naikkan ekspor, Kemendag fokus tingkatkan kualitas eksportir


Merdeka.com - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan berjanji akan terus meningkatkan nilai ekspor Indonesia pada 2014 ini. Berbagai cara dilakukan, salah satunya dengan meningkatkan kualitas eksportir.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Nuzulia Ishak, mengatakan pihaknya akan terus memberikan informasi pada eksportir tentang pasar internasional serta layanan kepada pembeli luar negeri berdasarkan permintaan.
"Kita sekarang menyediakan fasilitas Customer Service Centre yang terletak di Gedung Utama Kementerian Perdagangan," ucap Nuzulia dalam konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (8/1).
Selain itu, upaya yang telah dilakukan Kemendag dalam meningkatkan ekspor adalah dengan coaching proram yang telah dilaksanakan sejak 2010 silam. Dalam program ini, pihaknya bekerjasama dengan Trade Facilitation office (TFO) Kanada. Total UKM yang telah difasilitasi sampai 2013 mencapai 275 UKM.
"Tahun 2014 ini kita targetkan ada 120 UKM. Tujuan program ini agar UKM potensial mampu menjalankan bisnis ekspor secara efektif dengan melakukan pembenahan dan penyempurnaan atas manajemen dan produksi dalam proses ekspor," tegasnya.
Kerja sama TFO ini berasal dari kawasan Amerika Utara, Afrika, Asia, Eropa, dan Timur Tengah. Selain itu, dalam program ini, pihaknya juga telah kerjasama dengan organisasi internasional lain guna meningkatkan kapasitas eksportir dan meningkatkan promosi produk Indonesia.
Bukan hanya itu, Nuzulia mengklaim pihaknya juga telah meningkatkan kapasitas SDM eksportir. Pada 2014, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI) menargetkan pencapaian jumlah peserta pelatihan sebanyak 4.360 orang dengan jumlah angkatan sebanyak 119.
"Ini untuk mendukung peningkatan ekspor nonmigas melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bidang perdagangan internasional," tambahnya.
Selain itu, Kementerian Perdagangan melalui Ditjen PEN juga memfasilitasi eksportir dan UKM dalam melakukan pengembangan dan adaptasi produk guna meningkatkan kualitas dari produk ekspor utama dan produk potensial.
"Ini dengan program Designer Dispatch Service (DDS). DDS adalah program yang mempertemukan desainer dengan produsen guna meningkatkan kualitas desain suatu produk untuk menyesuaikan dengan selera pasar tujuan ekspor," tutupnya

Analisis :menurut saya kegiatan ini harus benar benar dilakukan dengan niat jangan hanya wacana

Sumber : http://www.merdeka.com/uang/naikkan-ekspor-kemendag-fokus-tingkatkan-kualitas-eksportir.html

tulisan 18

Cadangan BBM hanya 17 Hari, RI Bisa Kalah Perang dalam 3 Hari



JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan, dibanding negara-negara tetangga, cadangan bahan bakar minyak (BBM) oleh perusahaan minyak nasional atau national oil company (NOC) Indonesia paling minim.

Susilo memaparkan, Malaysia memiliki cadangan operasional 25 hari, sedangkan Singapura memiliki cadangan operasional 30 hari, ditambah cadangan strategis 20 hari. Indonesia, dalam hal ini PT Pertamina (Persero) hanya memiliki cadangan operasional 17 hari.

"Kita tidak punya strategi bisnis. Kalau ibarat perang, kita 3 hari saja meninggal (kalah). Pesawat ada, kapal ada, tapi kan (tangkinya) tidak bisa diisi dengan air," ujar Susilo di Jakarta, Selasa (31/12/2013).

Oleh karena itu, ia berharap, Pertamina dan perusahaan distributor minyak yang beroperasi di Indonesia bisa menaikkan cadangan baik operasional maupun strategis. Dengan demikian, jika dalam kondisi darurat, tidak akan terjadi kelangkaan BBM. Idealnya, lanjut Susilo, pelaku usaha memiliki cadangan operasional antara 20-30 hari.

Ditemui dalam kesempatan sama, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya mengatakan, saat ini cadangan operasional yang bisa disediakan Pertamina maksimum selama 20 hari. Ia mengakui Pertamina masih perlu membenahi Strategy Petroluem Reserve (SPR).

Saat ini, kata Hanung, kebutuhan BBM untuk jenis premium, solar, minyak tanah, dan avtur hampir menyentuh 165.000 kiloliter per hari. Jika asumsi pertumbuhan kebutuhan per tahun 8 persen, maka 10 tahun mendatang kebutuhan tersebut bisa berlipat dua kali.

"Jika Pertamina tidak membangun fasilitas penimbunan, maka lama-lama akan turun menjadi 10 hari (cadangan operasionalnya)," prediksi Hanung.

Oleh karenanya, lanjut Hanung, Pertamina sedianya telah mulai membangun lokasi penyimpanan BBM skala besar, sepereti di Tanjung Uban Kalimantan, dan Jawa, guna mengantisipasi hal tersebut.

"Pertamina diminta maupun tidak diminta, Pertamina akan siapkan. Karena ini berkaitan dengan ketahanan energi maka ini harus diolah bangsa sendiri jangan diserahkan ke asing. Ini istilahnya seperti gudang messiu, jadi jangan diserahkan ke lawan," pungkasnya.
Analisa :Menurut pendapat saya ,seharusnya Indonesia harus dapat mengolah minyak sendiri supaya ketahanan energi Negara kita tidak kalah dengan Negara tetangga.


tulisan 17


PT Dirgantara Indonesia Menang Tender di Filipina


BANDUNG,KOMPAS.com - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) memenangkan tender pengadaan pesawat untuk militer Filipina. Perusahaan pelat merah yang bermarkas di Bandung ini, siap menjual dua unit pesawat tipe NC212i dengan nilai 18 juta dollar AS atau setara 820 juta peso.
"Kita menang dua unit NC212i di proyek Light Lift Aircraft nilai budget 18 juta dolar," kata Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT DI Budiman Saleh dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/12/2013).
Tender pengadaan pesawat ini, kata Budiman, diadakan oleh Kementerian PertahananFiliphina untuk keperluan Angkatan Udara.
Masa proses pengerjaan untuk 2 unit diproyeksi menelan waktu 18-20 bulan. NC212i merupakan pesawat generasi terbaru dari pesawat tipe NC212-200 atau NC212-400. Pesawat ini merupakan pesawat berukuran kecil.
Pesawat ini, bisa digunakan untuk keperluan komersial, angkut personil militer, kargo, misi khusus hingga transpotasi VIP. Untuk versi sipil penerbangan sipil, pesawat ini bisa dipasang 24 kursi penumpang.
Budiman menjelaskan, PTDI juga berencana mengikuti tender pesawat tipe medium di Kementerian Pertahanan Filipina. PTDI siap menawarkan pesawat tipe CN235 Maritime Patrol Aircraft asli karya putra bangsa. "Januari 2014 kita akan ikut tender berikutnya untuk 3-4 maritime patrol/military transport CN235," ujarnya.

analisa:
ini adalah kesempatan terbaik buat bangsa ini untuk menunjukan keberhasilan kita di dunia penerbangan. Dengan menang tender ini dapat menjadikan investasi.

tulisan 16

Ekspor RI Ditargetkan Naik 5%



JAKARTA - Tahun lalu memang menjadi tahun yang suram bagi sektor ekspor Indonesia. Kementrian Perdagangan (Kemendag) mencatat, ekspor Indonesia turun sebesar 3-4 persen dengan total nilai ekspor sebesar USD165,6 miliar per Januari-November 2013.
"Karenanya total ekspor 2014 ke depan, minimal dapat berkembang 5 persen, dari apa yang sudah kita capai sekarang menjadi USD190 miliar," ungkap Direktur Jenderal PEN Nus Nuzulia Ishak usai Konferensi Pers Program Pengembangan Ekspor di Gedung Kementrian Perdagangan, Jakarta, Rabu (8/1/2014).

Nus melanjutkan, meski mengalami penurunan di tahun sebelumnya, namun Kemendag optimistis pada 2014 nanti ekspor Indonesia minimal dapat dinaikkan sebesar 4 persen.

"Karena negara mitra kita sudah cukup bagus ekonominya, contohnya Amerika. Ini kan ekonominya sudah membaik. Amerika ini salah satu negara besar dengan peningkatan ekspor yang besar juga," tambahnya.

Berbeda dengan Amerika Serikat (AS), perekonomian Eropa justru tidak menunjukkan adanya pencerahan, hal ini salah satunya dikarenakan adanya perlambatan ekonomi secara global.

"Di Eropa 2014 masih stagnan, tapi Amerika akan mengalami perkembangan. Demikian pula dengan Jepang, Korea, dan Hong Kong," pungkasnya.
Analisa:
Menurut saya kembangin terus eksport keluar negeri supaya kita neraca perdagangan kita tidak defisit. Import harus dikurangin.
Sumber: